Setelah sebelumnya di penghujung tahun admin bagikan info Mengenal Tahapan Perkembangan Sosial Anak Usia 6 s/d 9 Tahun. Kali ini admin mau membagikan kembali Tips dan Info Seputar perkembangan sosial dan emosional anak usia dini yaitu usia 1-5 tahun. Karena diusia inilah kita sebagai orangtua perlu perhatian khusus terhadap anak. Tips ini admin bagikan dari situs hellosehat.com. Semoga bermanfaat.

Perkembangan emosional dan sosial anak usia dini tidak hanya tentang mengatur emosi yang ada di dalam dirinya, tapi lebih dari itu. Perkembangan emosional pada si kecil sangat berpengaruh pada perkembangan balita dan perilaku anak sampai ia dewasa. Berikut penjelasan lengkap seputar perkembangan emosional dan sosial anak yang perlu diketahui orangtua.

Apa itu perkembangan sosial emosional anak di usia dini?

Children’s Therapy and Family Resource Centre menjelaskan bahwa perkembangan emosional anak adalah salah satu tahap tumbuh kembang anak untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengendalikan emosi sendiri.

Dalam perkembangan emosional, anak mulai belajar menjalin hubungan dengan teman dan lingkungannya.

Menjalin hubungan sosial dengan teman dan lingkungan juga sebuah proses untuk belajar berkomunikasi, berbagi, dan berinteraksi.

Sementara itu, mengutip dari Scan of North Virginia, perkembangan sosial anak adalah proses belajar dalam berinteraksi dengan orang lain. Selain mengembangkan rasa kemandiriannya, ia juga belajar bersosialisasi dengan anak seusianya.

Perkembangan sosial pada anak berhubungan dengan pertemanan, cara berinteraksi, dan menangani konflik dengan teman.

Mengapa perkembangan sosial penting? Alasannya, ketika ia berinteraksi dengan orang lain, perkembangan yang lain juga ikut terbentuk.

Sebagai contoh, ketika bersosialisasi, anak akan belajar berinteraksi sekaligus mengasah kemampuan motoriknya.

Kemampuan sosial dan emosional balita yang baik, berpengaruh pada kecerdasannya ketika dewasa nanti.

Perkembangan sosial dan emosional anak usia dini

Semakin bertambahnya usia anak, kemampuan emosional si kecil semakin bertambah dan setiap anak memiliki tahapan perkembangan emosional yang berbeda.

Berikut perkembangan sosial dan emosional anak usia 1-5 tahun yang bisa menjadi acuan.

Anak usia 1-2 tahun

Meski usia si kecil masih terbilang dini, perkembangan emosional dan sosial anak sudah terlihat semakin baik dan kemampuannya bertambah.

Mengutip dari Kids Health, salah satu kemampuan emosional anak usia 1-2 tahun yaitu menangis saat melihat Anda meninggalkannya.

Tidak hanya itu, buah hati Anda juga sudah memiliki kepercayaan diri menunjukkan kemampuan barunya. Sebagai contoh, saat ia belajar berjalan, berdiri, atau berbicara.

Usia 2-3 tahun

Di rentang umur 2-3 tahun, perkembangan emosional dan sosial anak usia dini cukup dinamis dan belum stabil, karena tantrum masih menjadi kebiasaan si kecil.

Grafik perkembangan anak Denver II menunjukkan, perkembangan emosional dan sosial anak usia 2 tahun misal mau dibantu oleh orang lain saat melakukan sesuatu dan senang saat digendong oleh orang yang disukainya.

Ketika usia balita 2 tahun 5 bulan atau 30 bulan, ia sudah bisa menyebut nama teman sepermainannya. Selain itu, usia 2 tahun adalah masa anak belajar untuk mandiri, melakukan banyak hal sendiri yang berhubungan dengan perkembangan emosional.

Rasa penasaran anak meningkat cukup tajam di usia 2 tahun. Mengutip dari Healthy Children, sebagian besar anak menghabiskan waktunya untuk mencoba memahami sejauh mana kemampuan sosial, lingkungan, dan perkembangan kognitif anak.

Pendampingan Anda sangat penting dalam fase ini. Meski ia sedang ingin mencoba banyak hal sendiri, tetap temani si kecil untuk memberinya bantuan agak perkembangan emosional dan sosial anak usia dini tetap terpantau.

Ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan emosional pada anak.

Usia 3-4 tahun

Bagaimana perkembangan emosional dan sosial anak usia dini rentang 3-4 tahun? Di usia ini, anak perlahan mengenali emosinya. Usia 3 tahun adalah umur yang cukup muda untuk anak mengerti dan mengendalikan emosi yang ada di dalam dirinya.

Sebagai contoh, ketika ia menemukan sesuatu yang lucu, ia sangat histeris akan hal itu. Begitu juga ketika anak menemukan hal yang membuatnya marah, teriakan dan tangisan menjadi pelampiasan emosi si kecil.

Usia 4-5 tahun

Rentang usia 4-5 tahun, anak sudah mengenal dan mengendalikan emosinya sendiri. Ia mampu menenangkan teman sedang bersedih dan bisa merasakan yang dirasakan temannya.

Namun, si kecil tidak selalu bisa kooperatif, sisi egois anak juga bisa hadir ketika suasana hatinya kurang baik.

Di usia ini, selera humor pada anak mulai muncul dan ia mulai berusaha melucu dalam beberapa kesempatan. Anda akan melihat anak usia 4 tahun berusaha melucu dengan melakukan hal konyol untuk membuat orang lain tertawa.

Di usia 4-5 tahun, anak sedang gemar menghibur dengan cara bicara yang berbeda-beda dan unik. Sebagai contoh, membuat wajah unik atau bertingkah lucu yang bisa menarik perhatian orang lain. (Sumber: hellosehat.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan Adalah Aset Berharga untuk Kemajuan Sebuah Peradaban

DAFTAR SISWA