Mengajarkan anak untuk melakukan hal yang positif merupakan kewajiban kita sebagai orangtua. Mulailah dengan cara memotivasinya, manfaatkan momentum atau waktu saat memotivasi anak kita. Salahsatunya adalah disaat momentum tahun baru melalui sentuhan resolusi versi anak-anak.

Memilih resolusi atau janji apa yang ingin dicapai di tahun depan merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi anak. Hal ini juga bermanfaat untuk mengembangkan komunikasi dan keterampilan pengambilan keputusan.

Resolusi bukan hanya milik orang dewasa, tapi juga bisa milik anak-anak. Bagi anak, membuat suatu resolusi bisa menjadi momen pembelajaran berharga tentang menetapkan rencana mereka di tahun depan.

Dikutip dari laman Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Minggu (1/1/2017), Psikolog Klilis Anak dari Rumah sakit Cleveland, Kristen Eastman, menjelaskan sebelum menentukan resolusi, orang tua dapat memulai dengan menjelaskan arti resolusi dan memberikan contoh resolusi yang telah dibuat akhir tahun kemarin beserta hasilnya.

”Minta anak Anda untuk mengeluarkan ide-ide resolusi. Jangan lupa unuk membantu mengevalusi pilihan resolusi itu,” jelasnya.

Yang perlu diingat, resolusi harus dibahas dengan kalimat-kalimat positif, seperti misalnya, “Aku akan melakukan ini …”, bukannya “Aku akan berhenti melakukan ini …”

Berikut delapan saran untuk membuat resolusi yang baik untuk anak-anak seperti dikutip dari parents.com

  1. Resolusi: Aku akan makan sehat. Anak dapat disarankan untuk membuat janji akan minum susu dibandingkan minum soda atau jus. Atau Anda juga bisa menyarankan agar dibuat resolusi makan sehat melalui memakan dua potong buah saat makan siang setiap hari. ”Buatlah target bagian mana yang ingin diperbaiki antara Anda dan anak. Diskusi padanya kenapa hal itu penting,” jelas Eastmeant. Jadi, misalnya, jika Anda ingin mengurangi makanan siap saji, bicarakan pada anak makanan apa sebagai penggantinya. Jika ingin makan sayuran lebih banyak, sepakati tentang jumlah tertentu selama satu minggu.
  2. Resolusi: Saya akan berolah raga lebih giat. Anda dapat menyarankan agar anak membuat resolusi bergabung dengan tim sepak bola, atau ikut kelas yoga bersama ibu setiap hari Sabtu. Atau minat lain dalam bidang olah raga. Meningkatkan aktivitas fisik merupakan resolusi yang baik. Namun, penggunaan kata olah raga cenderung membosankan, maka gantilah dengan suatu hal yang menyenangkan.
  3. Resolusi: Kita akan mengurangi waktu menonton. Untuk resolusi ini, Anda dapat menyarankan agar anak membuat resolusi membaca selama 30 menit sebelum tidur dan bukan menonton TV. Lakukan sebuah kegiatan menyenangkan sebagai ganti menonton TV.

Baca juga: Sikap Positif Orang Tua Dapat Menjadi Cara Terbaik Dalam Mendidik Anak

4. Resolusi: Aku akan membantu di rumah. Anda dapat menyarankan agar anak membuat resolusi mengatur meja untuk makan malam setiap malam atau membersihkan kamar seminggu sekali. Komitmen untuk tugas-tugas di rumah akan membuat anak-anak merasa dibutuhkan dan berguna. Tidak hanya itu, Anda akan mendapat sedikit bantuan menyelesaikan pekerjaan rumah.

5. Resolusi: Aku akan lebih baik untuk banyak orang. Resolusi sosial seperti ini harus disesuaikan dengan kondisi anak dan lingkungan disekitarnya. Untuk anak yang pemalu kemungkinan akan memiliki resolusi yang berbeda.

6. Resolusi: Kita akan menjadi keluarga yang ramah lingkungan. Dengan resolusi ini, Anda dapat menyarankan agar anak membuat janji seperti ”Kita akan mempersingkat mandi menjadi hanya lima menit untuk menghemat air,”.

7. Resolusi: Aku akan belajr sesuatu yang baru. Belajar keterampilan baru selalu menjadi resolusi menarik bagi setiap orang. Apalagi hal itu merupakan kesenangannya.

8. Resolusi: Kita akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama-sama. Berkomitmen untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga adalah hal yang sangat menyenangkan. Tentu saja dapat mendekatkan hubungan sangat baik dengan seluruh anggota keluarga.

Saat membuat resolusi untuk anak, penting bagi orang tua agar memberikan contoh tentang hal itu. Anak Anda mungkin akan lebih mencapai resolusi jika dia melihat Anda mampu mencapai resolusi diri Anda sendiri.

Menurut  Eastman, yang terpenting dalam berkomitment dengan resolusi yakni membuat hal tersebut menyenangkan. Caranya, lihat kemajuan resolusi tersebut dengan suatu barang, seperti meletakkan kelereng atau bola kapas dalam botol kaca setiap anak Anda menyelesaikan tujuannya.

Hal ini juga bisa dijadikan kompetisi kecil antar anggota keluarga untuk melihat siapa saja berhasil menyelesaikan resolusi terbanyak akan mendapatkan hak istimewa di keluarga. (netralnews.com | Fic: id.theasianparent.com)

Leave a Reply

Pendidikan Adalah Aset Berharga untuk Kemajuan Sebuah Peradaban

DAFTAR SISWA